Tentang JIAZHU

Jiazhu Construction - telah terlibat secara mendalam dalam produksi kayu laminasi yang direkatkan sejak tahun 2011, dipindahkan dari Shanghai ke Pelabuhan Rugao pada tahun 2018, dan sekarang telah mendirikan dua basis produksi besar di Wuhan dan Nantong.

Bangunan Struktur Kayu

Kami menyediakan pengiriman bahan konstruksi terpadu, serta layanan desain-produksi-konstruksi terpadu untuk kayu laminasi terpaku (glulam) lurus dan melengkung bentang panjang. Kami mengkhususkan diri dalam proyek-proyek seperti tempat balok dan kolom berskala besar, vila, dan jembatan kayu.

Dukungan

Solusi Satu Pintu dengan Siklus Hidup Penuh untuk Struktur Kayu

Hubungi Kami

Kami telah menjadi pilihan merek yang baik untuk banyak mitra, nantikan Anda bergabung.
Hubungi Kami
Rumah / Berita / Berita Industri / Apa saja teknologi anti korosi pada kayu bangunan kuno?

Apa saja teknologi anti korosi pada kayu bangunan kuno?

Pembaruan: 24 Oct 2025
Penelitian Teknologi Anti Korosi pada Kayu Bangunan Purba

I. Pendahuluan

Sebagai material utama arsitektur tradisional Tiongkok, kayu memiliki keunggulan berupa ketersediaan yang mudah, pengolahan yang fleksibel, dan kinerja seismik yang baik. Namun, ia juga menghadapi masalah kerusakan alami seperti pembusukan, serangan serangga, dan keretakan. Teknologi anti korosi pada kayu bangunan kuno tidak hanya berkaitan dengan masa pakai bangunan tetapi juga merupakan bagian penting dari perlindungan warisan budaya. Artikel ini akan secara sistematis memperkenalkan teknologi anti korosi tradisional dan modern pada kayu bangunan kuno serta menganalisis prinsip dan penerapannya.

II. Teknologi Anti Korosi Kayu Tradisional

1. Pemilihan Material dan Teknologi Pengolahan

Orang dahulu merangkum serangkaian standar pemilihan materi ilmiah melalui praktik jangka panjang:
  • Pemilihan Spesies Pohon: Sebaiknya pilih kayu dengan ketahanan korosi yang kuat, seperti nanmu, cemara, cemara, kapur barus, dll. Kayu ini mengandung komponen anti korosi alami.
  • Waktu Panen: Sebagian besar dipanen pada musim gugur dan musim dingin. Saat ini kadar air pohon rendah, getahnya mengeras, tidak mudah retak dan busuk.
  • Perawatan Pengeringan: Gunakan metode pengeringan udara alami, susun kayu di tempat yang berventilasi, dan kurangi kadar air secara perlahan untuk menghindari retak akibat pengeringan yang cepat.

2. Teknologi Perlindungan Fisik

  • Desain Ventilasi dan Tahan Lembab: Jaga agar kayu tetap kering dengan meninggikan fondasi bangunan, memasang lubang ventilasi, dll.
  • Perlindungan Matahari dan Hujan: Atap yang menjorok, desain koridor, dll., mengurangi paparan langsung kayu terhadap sinar matahari dan hujan.
  • Perawatan Permukaan: Olesi permukaan dengan cat, minyak tung, dll, untuk membentuk lapisan pelindung.

3. Teknologi Perawatan Kimia

  • Perawatan Minyak Tung: Metode anti korosi kayu yang unik di Tiongkok. Minyak tung dapat menembus bagian dalam kayu dan membentuk lapisan kedap air dan anti korosi.
  • Perendaman Air Kapur: Merendam kayu dalam air kapur dapat mengubah nilai pH kayu dan menghambat pertumbuhan jamur.
  • Perawatan Pengasinan: Di daerah pesisir, air laut atau air garam biasanya digunakan untuk merendam kayu guna meningkatkan kinerja anti korosi.
  • Perawatan Pengasapan: Asap permukaan kayu hingga membentuk lapisan karbonisasi dan mengusir serangga.

AKU AKU AKU. Teknologi Anti Korosi Kayu Modern

1. Perawatan Pengawet Kimia

Pengawet kimia modern terutama dibagi menjadi tiga kategori:
  • Pengawet Larut Air: Seperti tembaga - kromium - arsenik (CCA), tembaga azol (CA), dll., yang disuntikkan ke bagian dalam kayu di bawah tekanan tinggi.
  • Pengawet Berbasis Minyak: Seperti tar batubara, kreosot kayu, dll., yang cocok untuk kayu yang bersentuhan dengan tanah.
  • Pengawet Berbasis Pelarut Organik: Seperti tembaga naftenat, dll., yang memiliki permeabilitas kuat tetapi biaya lebih tinggi.

2. Teknologi Modifikasi Fisik

  • Teknologi Perlakuan Panas: Perlakukan kayu dengan panas pada suhu 160 - 230℃ untuk mengubah komposisi kimia kayu dan meningkatkan sifat anti korosi.
  • Perawatan Asetilasi: Mengubah struktur molekul kayu melalui reaksi kimia, secara signifikan meningkatkan stabilitas dimensi dan kinerja anti korosi.
  • Perawatan Microwave: Gunakan gelombang mikro untuk menguapkan air di dalam kayu dengan cepat dan sekaligus membunuh telur serangga dan jamur.

3. Teknologi Perlindungan Hayati

  • Pengendalian Jamur: Gunakan strain antagonis jamur pembusuk kayu untuk pengendalian biologis.
  • Pengendalian Serangga: Budidaya dan lepaskan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama penggerek kayu.
  • Pengawet Biologis: Ekstrak komponen antibakteri alami dari tumbuhan sebagai pengawet.

IV. Prinsip Penerapan Teknologi Anti Korosi pada Kayu Bangunan Kuno

1. Prinsip Intervensi Minimum

Dalam perbaikan bangunan kuno, bahan asli harus dipertahankan semaksimal mungkin, dan hanya bagian yang benar-benar lapuk yang harus dirawat untuk menghindari intervensi yang berlebihan.

2. Prinsip Reversibilitas

Teknologi anti korosi yang diadopsi harus bersifat reversibel, sehingga dapat diganti ketika teknologi yang lebih maju muncul di masa depan tanpa mempengaruhi pekerjaan proteksi selanjutnya.

3. Prinsip Kompatibilitas

Bahan dan teknologi baru harus dikoordinasikan dengan bahan asli dalam hal sifat fisik, penampilan, dll., tanpa mempengaruhi gaya historis bangunan.

4. Prinsip Pencegahan - Pertama

Membangun sistem inspeksi rutin, mendeteksi masalah sejak dini, dan mengambil tindakan perlindungan preventif untuk menghindari perbaikan pasif setelah kerusakan serius.

V. Strategi Anti Korosi yang Komprehensif

1. Pengendalian Lingkungan

  • Kendalikan kelembapan di sekitar gedung dan pertahankan ventilasi yang baik.
  • Hindari vegetasi yang terlalu dekat dengan bangunan untuk mencegah masuknya kelembapan.
  • Set up a moisture-proof layer to prevent the capillary rise of groundwater.

2. Perawatan Reguler

  • Periksa secara teratur kondisi kayu dan deteksi tanda-tanda pembusukan sejak dini.
  • Segera perbaiki cat atau lapisan pelindung yang rusak.
  • Buang genangan air dan sumber kelembapan.

3. Perawatan Komprehensif

Menurut berbagai bagian dan tingkat pembusukan kayu, mengadopsi kombinasi beberapa teknologi:
  • Untuk struktur penahan beban, injeksi bahan pengawet bertekanan tinggi dapat digunakan.
  • Untuk komponen dekoratif, perawatan permukaan dan perlindungan biologis lebih disukai.
  • Rawat terlebih dahulu kayu yang baru diganti sebelum digunakan.

VI. Kesimpulan

Anti korosi pada kayu bangunan kuno merupakan proyek sistematis yang memerlukan kombinasi kearifan tradisional dan teknologi modern. Dalam penerapan praktisnya, skema anti korosi yang paling sesuai harus dipilih berdasarkan faktor-faktor seperti nilai bangunan, kondisi kayu, dan kondisi lingkungan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi anti korosi kayu yang lebih ramah lingkungan dan efektif akan terus bermunculan, memberikan lebih banyak kemungkinan untuk perlindungan bangunan kuno. Pekerja perlindungan warisan budaya harus terus mempelajari teknologi baru dan menghormati proses tradisional untuk secara ilmiah memperpanjang masa pakai bangunan kuno, dengan alasan melindungi keaslian dan integritas warisan budaya.
Berita